Pages

Jumat, 15 Juni 2012

PRAHARA DEMOKRAT (BELUM) BERAKHIR?


Para petinggi Partai Demokrat sudah sangat gerah termasuk sang Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono. Pemberitaan di media dipenuhi oleh berita kasus-kasus korupsi yang menimpa para kader seperti M. Nazaruddin dan Angelina Sondakh dalam kasus Wisma Atlet dan Pusat Sekolah Olahraga Bukit Hambalang. Hal ini semakin parah dengan keluarnya testimoni dari M. Nazaruddin yang menyeret nama-nama petinggi partai penguasa termasuk Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng dan sang Ketua Umum Anas Urbaningrum.

Tak ayal, akibat pemberitaan media yang begitu gencar terhadap kasus korupsi yang melibatkan para kadernya, menimbulkan jatuhnya kepercayaan masyarakat terhadap partai Demokrat dalam beberapa survei terakhir. Sebagaimana menurut peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Al Farabi, rentetan pemberitaan negatif mengenai dua kasus di Komisi Pemberantasan Korupsi mempengaruhi tingkat elektabilitas Partai Demokrat. Dari hasil survei terlihat ada kecenderungan penurunan suara karena kasus korupsi yang menyandera Demokrat. 

Minggu, 03 Juni 2012

KERAMAT BEJI: MENELUSURI SITUS BERSEJARAH DI KOTA DEPOK



Depok adalah sebuah kota kecil yang terletak antara Jakarta, Bogor, dan Tangerang. Luasnya adalah 200,29 Km2 dan terdiri dari sebelas kecamatan dan enam puluh tiga kelurahan. Sebelum tahun 1999, ia hanya merupakan kecamatan di Kabupaten Bogor. Sejak menjadi kotamadya, Depok berkembang menjadi kota metropolitan dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi dan kemajuan di berbagai bidang seperti ekonomi, pendidikan, industri, dan transportasi.
Sebagai kota penting dalam jalur lalu lintas ibukota dan wilayah lainnya, Depok memiliki situs sejarah peninggalan yang dapat kita saksikan hingga saat ini. Salah satunya adalah Keramat Beji. Menurut situs resmi pemerintah Kota Depok, lokasinya berada di antara Perumnas Depok I dan Depok Utara. Di sekitarnya terdapat tujuh buah sumur berdiameter satu meter. Di bawah pohon beringin yang berada di antara tujuh sumur terdapat sebuah bangunan kecil yang selalu terkunci. Di dalam bangunan itu terdapat banyak sekali senjata kuno, seperti keris, tombak dan golok. Keramat Beji sering diadakan pertemuan antara Banten dan Cirebon. Jadi senjata-senjata yang tersimpan disana adalah peninggalan tentara Banten waktu melawan VOC. Ditempat semacam ini biasanya diadakan latihan bela diri dan pendidikan agama Islam yang sering disebut Padepokan. Konon asal muasal nama Depok pun dianggap berasal dari kata padepokan.

Kamis, 31 Mei 2012

AWAS! PRAKTIK ABORSI MERAJALELA DI KALANGAN PELAJAR


 
Ahad pagi, 27 Mei 2012 lalu saya menonton sebuah acara talk show di sebuah stasiun TV swasta. Acara bincang-bincang ini mengulas iklan aborsi yang beredar begitu marak di kota Yogyakarta, tepatnya di kawasan kos-kosan mahasiswa dan pelajar. Dalam iklan yang beredar memang tidak secara eksplisit menyatakan praktik aborsi, namun dengan menggunakan kalimat “Terlambat Bulan, silakan hubungi ke nomor berikut ini”.
Iklan aborsi ini menguak ke publik setelah Lupitinus Sutrisno, aktivis Masyarakat Peduli Anti Aborsi, mengirimkan keluhan surat pembaca ke sebuah surat kabar nasional. Mas Sutrisno yang juga alumni perguruan tinggi di Kota Pelajar tersebut merasa resah dengan maraknya pemasangan iklan praktik aborsi yang terpasang di tembok dan tiang listrik dibanyak tempat. Begitu marak dan bebasnya pemasangan iklan “praktik haram aborsi” ini melahirkan asumsi masyarakat akan tingginya praktik aborsi di kalangan mahasiswa dan pelajar saat ini.
Terkuak dalam pengakuan pemasang iklan yang dihubungi via telepon oleh Mas Sutrisno dan dilakukan juga oleh wartawan TV penyelenggara talk show tersebut, bahwa oknum pelaku aborsi tersebut menyediakan paket obat yang bervariasi sesuai dengan usia kandungan. Untuk obat di usia kandungan 1-7 minggu seharga 700 ribu, usia 8-12 minggu dengan harga 1,5 juta, usia 1-3 bulan dengan harga 3,5 juta, dan usia 3-6 bulan dengan harga 3,5 juta.

Sabtu, 28 April 2012

Kenapa banyak orang enggan memasang foto aslinya di profil Facebook?


Saya pengguna aktif jejaring sosial Facebook sejak tahun 2007. Selama menggunakan jejaring sosial yang paling digemari saat ini, saya sering memperhatikan banyak hal dari para penggunanya. Salah satu yang menarik bagi saya adalah pemasangan profil di akun Facebook. 
Sejatinya fasilitas pemasangan profil di akun Facebook adalah sebagai sarana memperkenalkan pribadi pemilik akun tersebut ke orang lain. Di saat kita akan menambah anggota teman misalnya, kita akan melihat sekilas gambar di profil akun yang dimaksud untuk mengetahui pasti orang yang akan kita jadikan teman di dunia maya. Begitu pula sebaliknya, saat ada akun Facebook orang lain yang meminta kita untuk menjadi anggota temannya, kita akan melihat sesaat wajah di profil untuk memastikan siapa orang tersebut dan memutuskan untuk menerima atau tidak ajakan pertemanan tersebut.
Fenomena yang terjadi adalah variasi gambar yang digunakan pemiliki akun Facebook di profilnya. Ada orang yang sangat jujur menampilkan wajah aslinya dengan penampilan bersahaja. Sepertinya dia ingin menunjukkan dirinya apa adanya kepada para pengguna akun jejaring sosial lainnya. Adapula yang menampilkan wajah dengan berbagai ekspresi, ada bahagia, sedih, jutek, dan marah. Biasanya gambar diambil pemilik akun dari hasil foto kegiatan atau acara yang sangat berkesan baginya.

Minggu, 25 Maret 2012

Lama di Pare, Kenapa Bahasa Inggris Saya Masih Segitu-gitu Aja?


Ada cerita dari seorang gadis berparas cantik dan bertubuh mungil, sebut saja namanya Bunga. Ia lulus sekolah menengah atas setahun yang lalu. Waktu menunggu seleksi masuk perguruan tinggi ia manfaatkan belajar bahasa Inggris di Pare. Dengan dukungan orang tua dan keluarga, akhirnya ia berangkat.

Sudah dua belas pekan Bunga belajar di Kampung Inggris. Sudah banyak pula tempat kursus yang ia jelajahi. Begitu pula, jutaan rupiah yang telah mengalir di rekeningnya dari kiriman orang tuanya dirumah sudah ia habiskan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya disini. Namun apa yang terjadi? Ia merasa belum menemukan kepuasan dalam belajar. Tidak ada peningkatan yang ia dapatkan.

Kenapa Harus Ke Pare?


Siang hari di lesehan Bamboo Ina yang terletak depan Aula Insan Cita terjadi percakapan antara mahasiswa dan dosen. “Apa rencana kamu setelah lulus kuliah?”, tanya bu dosen. “Belajar bahasa Inggris di Pare”, jawabnya. Dosen peraih doktor dari Uthrech University ini merasa asing dengan nama Pare. Mahasiswa tersebut lalu menjelaskan sekilas informasi tentang tempat yang dijuluki Kampung Inggris tersebut. Ibu dosen kemudian bertanya lagi: “Kenapa harus belajar bahasa Inggris ke sana?”. Ia lalu tidak mampu memberikan alasan yang memuaskan bagi dosennya.  

Dua pekan kemudian, ia berkunjung ke rumah Wakil Dekan yang terletak 2 km dari kampus. Tujuannya silaturahmi dan pamit sebelum ia berangkat ke Pare. Seperti biasanya antara guru dan murid, ia meminta doa dan restu, semoga mimpinya melanjutkan studi tercapai. Di sela obrolan mereka, ada pertanyaan terucap dari lisan sang Wakil Dekan. “Apakah kamu harus ke Pare untuk belajar bahasa Inggris?”, tanya beliau. Ia pun menjawab dengan tujuh puluh persen ada keraguan dihatinya. 

Rabu, 21 Maret 2012

Renungan

Suatu ketika saya marah kepada Tuhan dan menganggapnya tidak adil saat orang yang saya cintai meninggalkan saya dan memilih orang lain. Setelah merenung selama dua pekan, saya kembali yakin bahwa Tuhan Maha Adil. Dia pasti telah menciptakan orang yang tepat untuk saya. 

Hendaklah tidak selalu berfikir hasil yang akan kita dapatkan. Yakinlah bahwa semua didapatkan dari sebuah proses yang tidak mudah. Hasil hanya sebagian kecil dari efek sebuah proses, dibalik itu ada bagian penting yakni kematangan, kesungguhan, dan semangat kerja keras.