Pages

Jumat, 15 Juni 2012

PRAHARA DEMOKRAT (BELUM) BERAKHIR?


Para petinggi Partai Demokrat sudah sangat gerah termasuk sang Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono. Pemberitaan di media dipenuhi oleh berita kasus-kasus korupsi yang menimpa para kader seperti M. Nazaruddin dan Angelina Sondakh dalam kasus Wisma Atlet dan Pusat Sekolah Olahraga Bukit Hambalang. Hal ini semakin parah dengan keluarnya testimoni dari M. Nazaruddin yang menyeret nama-nama petinggi partai penguasa termasuk Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng dan sang Ketua Umum Anas Urbaningrum.

Tak ayal, akibat pemberitaan media yang begitu gencar terhadap kasus korupsi yang melibatkan para kadernya, menimbulkan jatuhnya kepercayaan masyarakat terhadap partai Demokrat dalam beberapa survei terakhir. Sebagaimana menurut peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Al Farabi, rentetan pemberitaan negatif mengenai dua kasus di Komisi Pemberantasan Korupsi mempengaruhi tingkat elektabilitas Partai Demokrat. Dari hasil survei terlihat ada kecenderungan penurunan suara karena kasus korupsi yang menyandera Demokrat. 

Akibat turunnya elektabilitas partai dan tersanderanya Demokrat dengan kasus korupsi, SBY dan jajaran Dewan Pembina menyelenggarakan sebuah silaturahmi dengan para ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat se-Indonesia di Jakarta. Forum yang bernama Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Demokrat ini dinilai banyak pihak sebagai upaya untuk menjatuhkan kepemimpinan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum. Menurut Pengamat Politik dari FISIP UIN Jakarta, Burhanuddin Muhtadi, ini adalah forum informal yang tidak diatur dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Partai Demokrat. Dengan adanya forum semacam ini, publik melihat secara jelas posisi Anas sedang terancam. Ketidakhadirannya dan pengurus DPP menambah kecurigaan publik akan upaya penggulingannya dari kursi Ketua Umum.
Dalam pidatonya, meski tanpa menyebutkan nama, SBY dengan tegas menyindir para kader partai termasuk Anas Urbaningrum yang sering disebut terlibat dalam kasus korupsi agar segera mengundurkan diri sebelum didepak dari Partai Demokrat. SBY juga menyatakan “gerah” akan pemberitaan negatif di berbagai media yang menjadikan elektabilitas partai semakin merosot.
Anas pun tidak tinggal diam. Sehari setelah acara Silaturahmi Pendiri dan Deklarator Demokrat berlangsung, ia mengadakan jumpa pers di Senayan. Dalam pernyataannya ia tidak merasa gelisah dengan pidato SBY. Baginya pernyataan Ketua Dewan Pembina dalam pidatonya bersifat umum, tidak menyindir pribadinya. Tidak ada perpecahan dalam tubuh Demokrat, yang terjadi adalah ujian bagi partai dan ia pun menghargai forum yang diselenggarakan oleh para pendiri dan deklarator Demokrat.
Ruhut Sitompul, Ketua Bidang Komunikasi DPP Partai Demokrat angkat bicara. Anggota Komisi III DPR RI yang sering dipanggil Poltak ini memperingatkan Anas untuk tidak melawan SBY. Menurutnya sang Ketua Umum tidak pantas untuk melakukan perlawanan. Hal ini bertentangan dengan pernyataan Anas bahwa internal Demokrat baik-baik saja. Terlalu sulit untuk tidak mengatakan tidak ada perpecahan di tubuh partai ini.
Konflik internal yang menimpa Demokrat sangat merugikan partai menjelang Pemilu 2014. Kondisi ini di satu sisi menguntungkan partai-partai lain. Di saat Demokrat sibuk mengurusi masalah ini, partai-partai lain akan lebih siap mempersiapkan diri menjelang pertarungan di tahun 2014. Namun kedepannya ada dua kemungkinan yang akan terjadi pada Demokrat. Pertama, bila terbukti Anas dan kader-kader lainnya melakukan tindak pidana korupsi pada proyek Hambalang, maka elektabilitas partai akan makin merosot dan bisa saja partai ini dibubarkan bila ada pihak yang mengajukan tuntutan telah terjadi tindak pidana pencucian uang karena mengambil dana dari kas negara secara tidak sah untuk kepentingan partai, yakni salah satunya Kongres Demokrat. Tentu kejadian ini sangat dikhawatirkan SBY dan menjadi alasannya meminta Anas mundur dari jabatannya.
Kedua, bila terbukti Anas dan kader-kader Demokrat tidak bersalah, kepercayaan publik terhadap partai ini akan kembali meningkat tajam. Hal ini tentu akan sangat menguntungkan menjelang Pemilu 2014. Artinya Demokrat telah lulus dari segala ujian yang menimpanya selama ini. Otomatis masyarakat akan kembali simpati kepada Demokrat.

          

1 komentar:

  1. Terimakasih banyak AKI karna melalui jalan togel ini saya sekarang sudah bisa melunasi semua hutang2 orang tua saya bahkan saya juga sudah punya warung makan sendiri hi itu semua berkat bantuan AKI JAYA yang telah membarikan angka 4D nya menang 275 jt kepada saya dan ALHAMDULILLAH berhasil,kini saya sangat bangga pada diri saya sendiri karna melalui jalan togel ini saya sudah bisa membahagiakan orang tua saya..jika anda ingin sukses seperti saya hubungi no hp O85-244-015-689 AKI JAYA,angka ritual AKI JAYA meman selalu tepat dan terbukti..silahkan anda buktikan sendiri. 2D 3D 4D 5D 6D

    BalasHapus